Friday, 27 December 2013

Contoh RPP Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Tingkat Formula

Pengenalan Kata Sapaan Dalam Bahasa Indonesia



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Kelompok : A

Program : Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing

Waktu : 1 x 45 menit

I. Standar Kompetensi: Penguasaan Bahasa Indonesia Tingkat Dasar

II. Kompetensi Dasar : Kemampuan Menggunakan Kata Sapaan dalam Bahasa Indonesia

III. Indikator :

Kognitif

Produk

1. Mampu menjelaskan pengertian kata sapaan dalam bahasa Indonesia

2. Mampu menjelaskan contoh-contoh kata sapaan dalam bahasa Indonesia

Proses

1. Mampu melafalkan kata sapaan dalam bahasa Indonesia dengan benar

Psikomotorik

1. Mampu menggunakan kata sapaan dalam percakapan bahasa Indonesia

2. Mampu menuliskan kata sapaan dalam bahasa Indonesia dengan benar

Afektif

Karakter

1. Percaya diri

2. Jujur

3. Berani

4. Tanggung jawab

Keterampilan Sosial

1. Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar

2. Menjadi pendengar yang baik

IV. Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran berlangsung dengan model pembelajaran demonstrasi, siswa dapat:

1. Melafalkan kata sapaan dalam bahasa Indonesia dengan benar

2. Menggunakan kata sapaan dalam percakapan bahasa Indonesia

3. Menuliskan kata sapaan dalam bahasa Indonesia dengan benar

V. Materi Pembelajaran

A. Pengenalan Kata Sapaan dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Kata Sapaan

Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama orang ketiga.

B. Contoh Kata Sapaan dalam Bahasa Indonesia

1. Nama diri adalah nama yang dipakai untuk menyebut diri seseorang.

Seperti: Jack, Rose, dan Jennifer.

2. Kata yang tergolong istilah kekerabatan yaitu kata yang digunakan untuk menyebut atau menyapa orang yang terikat kepada diri sendiri karena hubungan keturunan, darah, atau perkawinan.

Seperti: bapak, ibu, paman, bibi, adik, kakak, dsb.

3. Gelar kepangkatan, profesi, atau jabatan.

Seperti: kapten, profesor, dokter, ketua, dsb.

4. Kata nama, seperti: tuan, nyonya, nona, dsb.

5. Kata ganti persona kedua adalah lawan bicara, seperti: Bapak, Ibu, engkau, kalian, saudara, saudari, Anda.

VI. Model dan Metode Pembelajaran

1. Model : Demonstrasi

2. Metode: pemberian contoh, penugasan

VII. Sumber dan Media Pembelajaran

1. Sumber pembelajaran: Buku ajar siswa

2. Media pembelajaran : LCD, contoh kata sapaan

VIII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (± 10 menit)

1. Siswa dipersiapkan menerima pelajaran dengan memeriksa keadaan dan alat tulis menulis siswa.

2. Memotivasi siswa.

3. Guru dan siswa bertanya jawab tentang kata sapaan.

4. Siswa bersama guru mengaitkan tema pembelajaran hari itu dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai pada hari itu melalui tanya jawab.

Kegiatan Inti (± 30 menit)

1. Guru menjelaskan pengertian kata sapaan.

2. Guru menjelaskan contoh kata sapaan dalam bahasa Indonesia.

3. Guru memberikan contoh pelafalan yang benar tentang kata sapaan bahasa Indonesia.

4. Siswa meniru cara pelafalan guru.

5. Guru menugasi siswa untuk bercakap menggunakan kata sapaan bahasa Indonesia yang telah dipelajari.

Kegiatan Penutup (± 5 menit)

1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran pada hari itu sekaligus menanyakan ada tidaknya siswa yang mengalami kesulitan.

2. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang pelaksanaan pembelajaran pada hari itu secara bebas (Refleksi).

3. Siswa mendapatkan tugas pengayaan yaitu berlatih menggunakan kata sapaan dalam bahasa Indonesia di rumah.

4. Siswa menerima pesan-pesan moral dari guru.



IX. Penilaian

Soal

1. Jelaskan pengertian kata sapaan!

2. Sebutkan contoh kata sapaan yang tergolong nama diri!

3. Sebutkan contoh kata sapaan yang tergolong istilah kekerabatan!

4. Sebutkan contoh kata sapaan yang tergolong gelar kepangkatan!

5. Sebutkan contoh kata sapaan yang tergolong kata ganti persona kedua!

Pedoman Penilaian


Butir
Kriteria Penilaian
Deskriptor
Skor
1
Ketepatan menjelaskan pengertian kata sapaan
 Jika tepat
 Jika kurang tepat
 Jika tidak tepat
10
7
5
2
Ketepatan menyebutkan contoh kata sapaan yang tergolong nama diri
 Jika menyebutkan 5 unsur
 Jika menyebutkan 4 unsur
 Jika menyebutkan 3 unsur
 Jika menyebutkan 2 unsur
 Jika menyebutkan 1 unsur
10
8
6
4
2
3
Ketepatan menyebutkan kata sapaan yang tergolong istilah kekerabatan
Jika menyebutkan 5 unsur
 Jika menyebutkan 4 unsur
 Jika menyebutkan 3 unsur
 Jika menyebutkan 2 unsur
 Jika menyebutkan 1 unsur
10
8
6
4
2
4
Ketepatan menyebutkan kata sapaan yang tergolong gelar kepangkatan
Jika menyebutkan 5 unsur
 Jika menyebutkan 4 unsur
 Jika menyebutkan 3 unsur
 Jika menyebutkan 2 unsur
 Jika menyebutkan 1 unsur
10
8
6
4
2
5
Ketepatan menyebutkan kata sapaan yang tergolong kata ganti persona kedua
Jika menyebutkan 5 unsur
 Jika menyebutkan 4 unsur
 Jika menyebutkan 3 unsur
 Jika menyebutkan 2 unsur
 Jika menyebutkan 1 unsur
10
8
6
4
2

Skor Maksimal
50

Skor Perolehan
…..


Catatan:

Skor Akhir = Skor Perolehan X 100 = …..
                      Skor Maksimal

Wednesday, 25 December 2013

Pertumbuhan Fisik Remaja


Remaja sebagai periode tertentu dari kehidupan manusia merupakan suatu konsep yang relatif baru dalam kajian psikologi. Di negara-negara Barat, istilah remaja dikenal dengan “adolescence” yang berasal dari kata dalam bahasa Latin “adolescere” (kata bendanya adolescentia = remaja), yang berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa.

Untuk merumuskan sebuah definisi yang memadai tentang remaja tidaklah mudah, sebab kapan masa remaja berakhir dan kapan anak remaja berubah menjadi dewasa tidak dapat ditetapkan secara pasti. Kesulitan untuk memastikan kapan berakhirnya masa adolesen ini, diantaranya karena adolesen sesungguhnya merupakan suatu ciptaan budaya, yakni suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan terhadap perubahan sosial yang menyertai perkembangan industri pada abad ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Terlepas dari kesulitan merumuskan definisi dan menentukan batas akhir masa remaja, namun dewasa ini istilah “adolesen” atau remaja telah digunakan secara luas untuk menunjukkan suatu tahap perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa, yang ditandai oleh perubahan-perubahan fisik umum serta perkembangan kognitif dan sosial. Pada mulanya, tanda-tanda perubahan fisik dari masa remaja terjadi dalam konteks pubertas. Dalam konteks ini, kematangan organ-organ seks dan kemampuan reproduktif bertumbuh dengan cepat. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, yang disebut “growth spurt” (percepatan pertumbuhan), dimana terjadi perubahan dan percepatan pertumbuhan di seluruh bagian dan dimensi badan (Zigler & Stevenson, 1993). Pertumbuhan cepat bagi anak perempuan terjadi 2 tahun lebih awal dari anak laki-laki. Umumnya anak perempuan mulai mengalami pertumbuhan cepat pada usia 10,5 tahun dan anak laki-laki pada usia 12,5 tahun. Bagi kedua jenis kelamin, pertumbuhan cepat ini berlangsung selama kira-kira 2 tahun (Diamond & Diamond, 1986).
 A. Pengertian dan Penyebab Perubahan Fisik 
Pertumbuhan Fisik adalah perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan fisik itu meliputi: pertumbuhan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder.

Pertumbuhan tinggi remaja tergantung oleh tiga faktor yaitu: faktor genetik (keturunan), gizi dan variasi individu. Disamping terjadinya pertumbuhan fisik yang pesat, terdapat pula perubahan lainnya. Umumnya pada anak perempuan, pertumbuhan payudara merupakan tanda pertama yang paling nyata.

Penyebab perubahan fisik pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang aktif bekerja dalam system endokrin. Kelenjar Pituitary yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga erat ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh, dan hormon gonadotropik atau sering disebut hormon yang merangsang gonad agar mulai aktif bekerja. Menjelang individu memasuki masa remaja, kedua hormon itu sudah mulai diproduksi dan semakin banyak ketika individu memasuki masa remaja.

Selama masa remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan di bagian luar dan di bagian dalam, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya. Pada kenyataannya hampir semua bagian tubuh perubahannya mengikuti irama yang tetap, sehingga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelumnya. Perubahan tersebut tampak jelas sekali pada awal masa remaja.

B. Jenis-jenis Perubahan dalam Pertumbuhan Fisik

Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan terjadi pada masa remaja adalah:

1. Perubahan Ukuran Tubuh

Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar dua tahun sebelum anak mencapai taraf pematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan itu, anak akan bertambah tinggi. Pertumbuhan tubuh seterusnya akan terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih lamban. Anak laki-laki tumbuh terus lebih cepat dari pada anak perempuan. Pertumbuhan anak laki-laki akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 19-20 tahun sedang bagi anak perempuan pada usia 18 tahun.

2. Perubahan Proporsi Tubuh

Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja tidak sama untuk seluruh tubuh, adapula bagian tubuh yang semakain proporsional. Proporsi yang tidak seimbang akan berlangsung terus sampai masa puber selesai sehingga akhirnya proporsi tubuh mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini terjadi baik di dalam maupun di bagian luar tubuh anak.

3. Ciri Kelamin Primer

Pada masa kanak-kanak, alat kelamin primer masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi dengan sempurna saat remaja pria berumur 14 tahun. Sedangkan pada anak wanita, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun.

4. Ciri Kelamin Sekunder

Yang dimaksud dengan ciri kelamin sekunder pada anak perempuan adalah membesarnya buah dada dan mencuatnya puting susu, pinggul melebar, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak dan suara bertambah nyaring. Sedangkan ciri sekunder pada anak laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggot, otot-otot mulai tampak, bahu melebar, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada, bulu di sekitar kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.

C. Kondisi- Kondisi Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik

Kondisi-kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja antara lain adalah pengaruh keluarga, pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan dan bentuk tubuh.

1. Pengaruh Keluarga

Pengaruh keluarga meliputi faktor keturunan dan faktor lingkungan. Karena faktor keturunan, sang anak dapat lebih tinggi atau panjang daripada anak lainnya sehingga tubuhnya lebih berat, jika ayah dan ibu atau kakeknya tingggi dan panjang.

2. Pengaruh Gizi

Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang memperoleh gizi.

3. Gangguan Emosional

Anak yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan. Kondisi ini akan berakibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan. Bila terjadi hal demikian, pertumbuhan awal remaja terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.

4. Jenis Kelamin

Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan. Terjadinya perbedaan berat dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.

5. Status Sosial-ekonomi

Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi-sosial yang rendah, cenderung lebih kecil dari anak yang berasal dari keluarga yang status ekonomi-sosialnya tinggi.

6. Kesehatan

Anak-anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit.

7. Pengaruh Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh apakah mesomorf,ektomorf, atau endomorf, akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak. Misalnya, anak yang bangun tubuhnya mesomorf akan lebih besar daripada yang endomorf, karena mereka memang lebih gemuk dan berat.

Daftar Pustaka
Daruma, Rasak, dkk. 2004. Perkembangan Peserta Didik. Makassar: FIP-UNM.

Thursday, 21 November 2013

Mini Bus


Dulu keluargaku punya sebuah mobil mini bus tua. Bernama Mitsubisi. Mobil itu sudah sangat tua. Setiap jalan, suaranya berisik dan mengganggu penumpang di dalamnya. Di dalamnya ada tempat duduk yang sudah usang, robek di sana sini. Kaca mobil itu pun sudah buram. Bahkan di bagian belakang bukan kaca lagi, melainkan plastik yang direkatkan menyerupai kaca. Tak hanya itu, beberapa bagian mobil itu pun sudah keropos saking tuanya. Asalkan mobil itu masih bisa digunakan, semua itu tak jadi masalah untuk keluargaku yang saat itu hidup pas-pasan.

Setiap pagi, keluargaku sibuk dengan rutinitasnya. Ayahku bersiap ke kantor, ibuku bersiap mengajar, sedangkan aku, dua kakakku dan seorang adikku bersiap ke sekolah. Ayah selalu masuk mobil duluan, sambil menunggu kami semua siap, ayah selalu menyalakan radio tua yang ada dalam mobil yang memutar lagu dangdut. Ya, ayahku memang sangat menyukai lagu dangdut. Setelah beberapa menit kemudian, barulah aku dan saudara-saudariku masuk mobil, disusul oleh ibuku. Tapi kakak tertuaku selalu paling masuk paling akhir, karena ia sering terlambat bangun. Masih mending kalo ia sudah berpakaian, karena seringkali ia baru berpakaian di dalam mobil.

Ayah pun mengendarai mobil itu menuju sekolah kakakku, sekolahku, dan sekolah tempat mengajar ibuku. Selama perjalanan, kami sering mengobrol tentang banyak hal. Satu per satu kami turun di tempat tujuan masing-masing. Biasanya, setelah pulang sekolah, aku, kakak, adik, dan ibuku pergi ke rumah kakek yang letaknya tak jauh dari sekolah kita masing-masing. Di rumah kakek, kami menunggu ayah datang untuk menjemput kami. Setelah ayah datang, barulah kami pulang. Biasanya kami singgah di warung makan pinggir jalan untuk makan malam. Hal ini berlangsung bertahun-tahun. Sampai kedua kakakku kerja dan mini bus tua itu mulai rusak. 

Kadang aku merindukan mobil tua itu karena entah sejak kapan aku menyadari kalau bersama mobil tua itulah kami paling banyak menghabiskan waktu bersama. Banyak cerita, tawa, dan canda. Kini momen seperti itu sudah jarang kurasakan. Apalagi, kedua saudaraku sudah tak tinggal bersama kami. Kakak tertuaku sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ayah yang sering pulang malam dan ibu yang terlalu lelah karena seharian mengajar anak-anak di sekolah. Memang semua tak bisa kembali seperti dulu lagi. Tetapi paling tidak, momen bahagia itu masih tersimpan dalam ingatanku....

Dunia




Duniaku berbeda. Langitnya gelap. Hanya ada malam. Tanpa bulan dan bintang. Juga hanya ada satu pohon. Sebuah pohon beringin yang besar dan berdaun lebat. Di sanalah aku bersembunyi jika sedih.

Duniaku, tak ada laut, gunung, maupun danau. Hanya ada padang pasir, tempatku berlari, menari, dan berputar-putar setiap hari. Tanpa beban, tanpa risau. Seakan hidup tak ada akhirnya.

Duniaku, hidup beberapa orang. Tak banyak, mungkin bisa dihitung jari. Orang-orang yang tinggal seizinku dengan syarat, ketulusan.

Duniaku, memang tak sehebat duniamu. Tetapi, di sanalah aku bisa bahagia bersama orang-orang yang tulus menyayangiku. Duniaku, hatiku. Tempat yang lebih luas dari yang kau bayangkan. Tempat yang lebih indah dari yang kau lihat. Juga tempat yang lebih menyenangkan dari yang kau rasakan. Itulah duniaku....

I Love You

Hari telah senja saat aku melihatmu duduk di taman itu. Kau masih sama seperti yang dulu. Matamu masih memberikan kehangatan meski ada sepasang kacamata yang membingkainya. Rambutmu pun masih subur meski telah berubah warna dan kulitmu masih putih bersih meski sudah tak kencang lagi.

Kau melihatku sambil tersenyum. Senyum yang tak pernah berubah sejak dulu. Masih menjadi senyum terindah yang pernah kulihat. Dengan senyum itu, kau menyapaku, menanyakan kabarku. Aku menjawabmu dengan kalimat yang sudah fasih kulontarkan. “Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” aku bertanya. Raut wajahmu mulai berubah. Raut kesedihan yang tak pernah kubayangkan akan terlukis di wajahmu. Kau mulai menerawang jauh.

Aku tahu, Amanda, wanita yang kau nikahi itu meninggalkanmu. Aku sungguh tak menyangka, wanita yang dulu begitu kau puja karena cintanya padamu meninggalkanmu begitu saja. Apalagi demi pria lain. Padahal dia adalah wanita yang paling beruntung karena memilikimu, manusia paling sempurna yang pernah kutemui.

Aku bisa merasakan kesedihanmu dari nada bicaramu. Aku tahu tentang dua anakmu yang telah kau besarkan seorang diri dan bagaimana kerja kerasmu untuk menghidupi mereka. Kau banting tulang siang dan malam hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sampai tanganmu tak sempurna lagi karena kecelakaan kerja. Aku tahu kau sangat menyayangi mereka. Aku pun tahu bagaimana mereka membalas kasih sayangmu dengan meninggalkanmu. Ya, aku tahu. Setelah mereka dewasa dan menjadi orang sukses, mereka tak pernah menemuimu lagi. Mereka bahkan tak pernah mengakui posisimu sebagai ayah mereka dan aku tahu kesedihanmu karena hal itu.

Aku tahu telah banyak perih yang kau rasakan. Namun, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku masih seperti dulu. Aku masih orang yang selalu memperhatikanmu dari jauh. Masih orang yang selalu memujamu hingga saat ini. Saat tak ada seorangpun berada di sampingmu, aku ingin menjadi orang yang selalu berada di sampingmu, menerima semua keluh kesahmu, menjadi pengobat lukamu, dan penghibur kesedihan hatimu. Aku ingin menjadi orang yang bisa menguatkanmu, mengubah air matamu menjadi senyuman, dan melindungimu dengan segenap kekuatan yang kumiliki.

Aku memanggilmu, namamu adalah kata terindah yang pernah terucap dari bibirku. Kau pun menoleh, menatapku hangat. Hatiku gemetar. Setelah setengah abad berlalu, inilah saat yang tepat untuk mengatakannya. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku mencintaimu sejak dulu. Sejak kau belum mengenal cinta dan aku masih pura-pura tidak suka. Aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku masih bertahan mencintaimu meski kau telah bersama orang lain. Aku mencintaimu. Aku masih mencintaimu hingga usiaku tak muda lagi. Aku mencintaimu hingga tak menerima orang lain menjadi pendamping hidupku. Aku mencintaimu dengan setiap tetes darah yang mengalir dalam tubuhku. Aku mencintaimu dengan kadar yang tak pernah berubah sejak dulu. Aku mencintaimu. Sungguh.

Kau tampak terkejut mendengar kalimat-kalimat yang terlontar dari mulutku. Tetapi kau tersenyum ramah. “Terima kasih sudah mencintaiku,” ucapmu pelan namun jelas. Aku pun tersenyum bahagia. Kau menggenggam tanganku erat. Perasaan yang telah tersimpan puluhan tahun ini pun bermekaran laksana kuncup bunga di taman. Aku berjanji akan selalu berada di sisimu, Q. Selamanya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...