Monday, 11 June 2012

Rooftop Prince (Picture)













Resep: Nasi Goreng Sederhana

Ini adalah resep nasi goreng paling sederhana yang biasa aku buat di rumah, bahan-bahannya:
  1. Sepiring nasi putih
  2. 1 butir telur
  3. Terasi 1/4 sendok teh
  4. 2 siung bawang merah
  5. 1 siung bawang putih
  6. Kecap manis secukupnya
  7. minyak goreng
  8. garam secukupnya
Cara membuatnya:
  1. Panaskan minyak goreng, buat telur mata sapi, angkat dan sajikan di piring.
  2. Tumbuk bawang merah, bawang putih, dan terasi.
  3. Panaskan minyak, kemudian goreng bumbu yang telah ditumbuk sampai harum.
  4. Masukkan nasi putih, lalu goreng hingga kecokelatan.
  5. Tambahkan garam dan kecap manis sesuai selera.
  6. Aduk hingga tercampur rata.
  7. Angkat dan sajikan bersama telur mata sapi.
This is it, nasi goreng sederhana ala yanti, hohoho... :)

Saturday, 9 June 2012

Kutipan

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan
dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan
dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang
menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.
(Dee)

Beautiful Korean











Beautiful right? Jadi kagum sama kecantikan orang korea...(Maksudnya pengen cantik kayak mereka juga). Tapi bagaimanapun, tetap harus mensyukuri ciptaan Tuhan...

Jung Il Woo

Jung Il Woo ( 정일우 )


Lahir: 09 September 1987

Tinggi/Berat: 184 cm / 64 kg

Golongan Darah: O






Cita-citaku

Aku, bukan anak yang pintar.
Bukan pula anak yang brilian.
Aku hanya anak yang biasa saja.
Sejak kecil, aku menempuh pendidikan negeri.
Belajar dan belajar.
Menghabiskan uang untuk membeli buku yang tak sempat kubaca habis.
Mengorbankan milyaran detik untuk menonton tv daripada membaca buku.
Memang aku bukan orang yang hobi membaca.
Apalagi buku yang penuh pemikiran mendalam.
Hanya menambah beban saja.

Aku tidak pernah susah.
Tidak pernah merasakan susahnya mencari sesuap nasi.
Orangtuaku memberiku segalanya.
Segalanya, sampai aku tidak pernah menangis karena kehilangan sesuatu.
Untuk itu, aku bersyukur.

Beranjak dewasa, lingkungan mulai berubah.
Orang-orang sekelilingku mulai berlari berlomba dengan waktu.
Siapa cepat, dia dapat. Itu prinsip.
Akupun mulai menyadari bahwa aku tidak boleh terus begini.
Tidak boleh terus bermalas-malasan menonton tv.
Atau menghabiskan uang membeli sesuatu yang gak penting.
Dan untuk pertama kalinya, aku berkomitmen pada diri sendiri.
Waktuku, tidak boleh terbuang percuma.

Aku diterima di universitas.
Berkuliah, menerima pendidikan sebagai calon guru.
Awalnya, menjadi guru tidak ada dalam daftar cita-citaku.
Kupikir aku tak akan mampu.
Kupikir aku tak akan bisa.
Bertanggung jawab pada Tuhan.
Mendidik anak-anak dengan cara yang benar.
Namun, seiring waktu.
Entah mengapa ada sebuah keyakinan dalam diriku.
Aku pasti bisa.
Aku pasti bisa.
Akupun meyakininya.
Aku bisa menjadi guru.
Cita-citaku menjadi guru.
Aku pasti bisa.


Monday, 4 June 2012

Kahlil Gibran

Ini adalah puisi karya Kahlil Gibran yang pertama kali kubaca dan dalam sekejap dapat membuatku takjub. Puisi yang mampu menceritakan sudut pandang yang berbeda yang mungkin tidak dapat dilakukan penyair lainnya. Puisi yang tajam mengkritik namun dengan estetik. Sebuah puisi yang dapat membuatku merenung akan arti diri. Merenungkan setiap tindak dan langkah yang kutapaki. Puisi yang memberikan pengaruh positif setelah membacanya. Kuharap, apa yang kurasakan juga dapat dirasakan oleh pembaca lainnya. Selamat membaca...


SURAT DARI KEKASIH
Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu....
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja...
Tak sedikitpun kau menyadari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk...

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berpikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya.....

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku
tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa karena mungkin
engkau masih belum menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah..... engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu...

Tapi yang Kutunggu ... ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU....

Apakah salahKu padamu ...? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukaruniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu ... Kembali kepadaKu.

Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...