Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Sepanjang perjalanan, ia hanya melihat keluar jendela dengan tatapan kosong. Bahkan, nyanyian pengamen jalanan yang suaranya seperti Ariel Noah pun tak bisa mencuri perhatiannya.
Bosan. Baru kali ini aku ditemani oleh seseorang yang bahkan terlihat tidak tertarik berbicara padaku. Biasanya, gadis yang berada di dekatku pasti cerewet bukan main. Bahkan, mereka sering menggodaku dengan pujian-pujian yang sudah biasa kudengar. ‘Kau mirip Al-Ghazali, putra Ahmad Dhani itu’. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Tapi, kali ini tidak. Entah kenapa aku sangat ingin mendengar pujian itu terucap olehnya. Oleh gadis yang dikenal paling pendiam itu.
Bosan. Baru kali ini aku ditemani oleh seseorang yang bahkan terlihat tidak tertarik berbicara padaku. Biasanya, gadis yang berada di dekatku pasti cerewet bukan main. Bahkan, mereka sering menggodaku dengan pujian-pujian yang sudah biasa kudengar. ‘Kau mirip Al-Ghazali, putra Ahmad Dhani itu’. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Tapi, kali ini tidak. Entah kenapa aku sangat ingin mendengar pujian itu terucap olehnya. Oleh gadis yang dikenal paling pendiam itu.

