Monday, 2 February 2015

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Angel Part 4

Sehun's Angel


Meminta maaf bagi Oh Sehun sama seperti mendaki pegunungan Everest, terjun dari tebing Niagara, dan menyelami Samudera Pasifik.

Intinya, itu sulit.

Oleh karena itu, Sehun hanya bolak-balik di depan ruang tari ballet. Tanpa berniat untuk masuk dan bertemu Sulli.

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Angel Part 3



Dalam kamus Oh Sehun, tidak pernah ada kata meminta maaf.

 Sehun's Angel

Walapun jam pelajaran terakhir telah usai beberapa jam yang lalu, masih banyak siswa yang tinggal di sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.

Sama seperti yang dilakukan Tao, Kris, dan Chanyeol.

Tao sedang berlatih wushu. Kris sedang mengikuti rapat OSIS. Sedangkan Chanyeol latihan band untuk pentas seni minggu depan.

Tinggallah Sehun seorang diri, membaca buku di perpustakaan. Namun konsentrasinya buyar saat mendengar teriakan gadis-gadis yang menyebut nama Luhan.

Sunday, 1 February 2015

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Angel Part 2




Luhan, membuat semua orang terpesona saat melihatnya.


Sehun's Angel

Tap...tap...tap...
Kris, Tao, dan Chanyeol baru saja memasuki pintu gerbang sekolah saat mereka melihat sosok Oh Sehun berdiri di depan pintu kelas.

“Itu Oh Sehun. Tamatlah riwayat kita!” Tao menepuk jidatnya sendiri.

“Sepertinya dia sedang menunggu kita. Apa lebih baik kita bolos saja?” Chanyeol mengusulkan.

“Jangan. Hadapi sajalah. Paling kita cuma babak belur, seperti biasa.” Ujar Kris.

“Baiklah.”

[Fanfiction Hunhan] Healer (Final Story)


Tanpa Luhan, Sehun akan menjadi lemah dan mati.


Deretan buku-buku pelajaran masih setia menemani Luhan yang saat itu sedang mengerjakan tugasnya di perpustakaan. Sebagai siswa yang sedang bertugas, Luhan harus menyusun kembali buku-buku yang baru di kembalikan oleh peminjamnya ke tempatnya semula. Sudah satu jam ia melakukan hal yang sama. Tugasnya akan berakhir lima menit lagi. Luhan mengembalikan buku terakhir di rak paling belakang.

Sebuah buku menarik perhatian Luhan. Buku bersampul hitam dengan tinta putih bertuliskan The Secret of Vampire menggodanya untuk membaca buku tersebut. Luhan pun mengambil buku itu dan duduk di lantai sambil bersandar di rak.

Luhan membaca buku itu tanpa memperdulikan langit di luar perpustakaan yang sudah mulai gelap.

...

...

...

[Fanfiction Hunhan] Healer (Intermezzo)


Luhan ingin menyembuhkan dirinya sendiri.

Luhan baru pulang tepat pukul 10 malam. Ia memasuki kamarnya dengan berusaha keras untuk tidak membangunkan Sehun yang sudah terlelap.

Seperti biasa, Luhan habis di-bully lagi.

Kali ini oleh orang tak dikenal yang menghadangnya di jalan.

Lukanya lebih parah dari sebelumnya. Luka lebam di seluruh tubuh dan patah di lengan kanan.

Luhan tahu ia seharusnya ke dokter, tapi untuk apa jika Sehun bisa menyembuhkannya dalam semalam?

Tuesday, 27 January 2015

[Fanfiction Hunhan/NC] HIV


Warning:
This is Hunhan fanfiction, yaoi, mature, nc
Don't like, don't read.
I just own the story.
Happy reading ~ ~

HIV


Mulutmu adalah harimaumu. Luhan sudah sering mendengar peribahasa itu. Namun, rupanya ia belum memahaminya dengan baik.



Sehun dapat merasakan belasan pasang mata yang mengekorinya sejak ia menginjakkan kaki di sekolah pagi itu. Apa yang salah dengan dirinya? Mengapa orang-orang terus menatapnya seperti itu?

Sehun berbelok ke kamar mandi. Ia memperhatikan dirinya sendiri di cermin wastafel. Tetap tampan seperti biasa. Tak ada yang aneh dengan penampilannya. Ia pun memutar otak. Mungkin ada sesuatu luput dari perhatiannya. Namun, sekeras apapun ia berusaha, ia tetap tidak menemukan alasan dibalik dirinya menjadi objek perhatian.

Monday, 26 January 2015

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Angel




Terjatuh itu menyakitkan.
Apalagi jika kau jatuh dari langit.
Memangnya kau malaikat?
Iya, aku malaikat.
Namaku Luhan.

Sehun’s Angel


La la la la la la…

Entah sudah keberapa kali Sehun mendendangkan lagu yang sama. Tak satupun yang berani menghentikannya walaupun suaranya sanggup memecahkan gendang telinga yang mendengarnya. Kris, Tao, dan Chanyeol hanya bisa berpura-pura menikmati suara yang sangat tidak bagus itu.

Demi dewa di langit, kapan dia akan berhenti bernyanyi?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...