Jumat, 29 Maret 2013

Tingkatan Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing

A. Kemampuan Formula

Materi Kebahasaan

1. Pengenalan (penyebutan) bilangan dalam bahasa indonesia

2. Pengenalan (penyebutan) huruf dan fonem dalam bahasa indonesia

3. Pengenalan jenis huruf/fonem dalam bahasa indonesia

4. Pengenalan ciri nama pria indonesia (berbasis budaya)

5. Pengenalan ciri nama perempuan indonesia (berbasis budaya)

6. Pengenalan kata sapaan dalam bahasa indonesia

7. Pengenalan kata ganti dalam bahasa indonesia

8. Pengenalan jenis kata dalam bahasa indonesia

9. Pengenalan jenis kalimat dalam bahasa indonesia

10. Pengenalan tanda baca dalam bahasa indonesia

11. Pengenalan waktu dalam bahasa indonesia (tahun, bulan, hari, siang/malam, jam)

B. Kemampuan Bertahan Hidup

Seorang pebelajar bahasa asing yang telah dapat berkomunikasi secara sederhana dalam bahasa asing berarti dia telah memiliki kemampuan bertahan hidup. Artinya, bahasa asing itu sudah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Misalnya, mengucapkan salam (selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam) dan memuji orang (kamu pintar, kamu cantik, dsb). Selain itu, pada tahap bertahan hidup, pebelajar sudah dapat menanyakan alamat. Artinya, tidak akan hilang atau tersesat lagi.

C. Kemampuan Operasional Dasar

Pebelajar bahasa asing mulai menggunakan bahasa asing berdasarkan kaidah atau tata bahas. Tidak lagi terpengaruh terhadap bahasa ibunya. Namun, kesalahan tata bahasa masih sering terjadi. Pada tahap kemampuan ini, pebelajar sudah mampu memahami topik pembicaraan penutur asli dan memahami beberapa kosa kata pembicaraan yang lambat dan sering terjadi pengulangan. Selain itu, pebelajar sudah mampu memahami tujuan pembicaraan. Secara sederhana, sudah dapat sesekali terlibat dalam pembicaraan.

D. Kemampuan Operasional Terbatas

Pada tahap ini, pengetahuan tata bahasa sudah berkembang. Pebelajar sudah dapat mengikuti percakapan normal penutur asli. Tetapi belum dapat digunakan bertengkar karena belum ada spontanitas tentang bahasa itu. Pebelajar sudah mampu memahami pembicaraan penutur asli tetapi belum bisa memahami pembicaraan cepat penutur asli.

E. Kemampuan Operasional Memadai

Pada tahap ini, pebelajar sudah mampu menulis karya ilmiah tetapi masih mendapat bantuan penutur asli. Pebelajar sudah mampu mengikuti pembicaraan bergabung dengan penutur asli. Tetapi kesalahan tata bahasa masih sering terjadi. Selain itu, pebelajar sudah mampu berpidato dalam bahasa asing. Sistem ejaan bahasa asing juga sudah dikuasai. Pebelajar sudah dapat menggunakan bahasa asing bertengkar atau dalam keadaan marah.

F. Kemampuan Operasional Komprehensif

Pada tahap ini, pebelajar sudah dapat membaca dan memahami karya sastra/bahasa sastra. Pebelajar sudah bisa sarjana bahkan S2. Tetapi tetap berbeda dengan kemampuan penutur asli karena kemampuan penutur asli sempurna dan tidak dapat disamai oleh penutur asing. Selain itu, pebelajar sudah dapat menulis puisi dan cerpen.

G. Kemampuan Ambilingual

Pada tahap ini, pebelajar sudah dapat meraih gelar doktor dalam bahasa asing tetapi belum dapat mengalahkan kemampuan penutur asli. Sudah jarang terjadi kesalahan tata bahasa. Akan tetapi, penutur asing tidak akan pernah sama kemampuannya dengan penutur asli dalam hal kesensitivan bahasa (kepekaan bahasa) dan rasa bahasa (pragmatik).

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...