Sunday, 1 February 2015

[Fanfiction Hunhan] Healer (Final Story)


Tanpa Luhan, Sehun akan menjadi lemah dan mati.


Deretan buku-buku pelajaran masih setia menemani Luhan yang saat itu sedang mengerjakan tugasnya di perpustakaan. Sebagai siswa yang sedang bertugas, Luhan harus menyusun kembali buku-buku yang baru di kembalikan oleh peminjamnya ke tempatnya semula. Sudah satu jam ia melakukan hal yang sama. Tugasnya akan berakhir lima menit lagi. Luhan mengembalikan buku terakhir di rak paling belakang.

Sebuah buku menarik perhatian Luhan. Buku bersampul hitam dengan tinta putih bertuliskan The Secret of Vampire menggodanya untuk membaca buku tersebut. Luhan pun mengambil buku itu dan duduk di lantai sambil bersandar di rak.

Luhan membaca buku itu tanpa memperdulikan langit di luar perpustakaan yang sudah mulai gelap.

...

...

...

[Fanfiction Hunhan] Healer (Intermezzo)


Luhan ingin menyembuhkan dirinya sendiri.

Luhan baru pulang tepat pukul 10 malam. Ia memasuki kamarnya dengan berusaha keras untuk tidak membangunkan Sehun yang sudah terlelap.

Seperti biasa, Luhan habis di-bully lagi.

Kali ini oleh orang tak dikenal yang menghadangnya di jalan.

Lukanya lebih parah dari sebelumnya. Luka lebam di seluruh tubuh dan patah di lengan kanan.

Luhan tahu ia seharusnya ke dokter, tapi untuk apa jika Sehun bisa menyembuhkannya dalam semalam?

Tuesday, 27 January 2015

[Fanfiction Hunhan/NC] HIV


Warning:
This is Hunhan fanfiction, yaoi, mature, nc
Don't like, don't read.
I just own the story.
Happy reading ~ ~

HIV


Mulutmu adalah harimaumu. Luhan sudah sering mendengar peribahasa itu. Namun, rupanya ia belum memahaminya dengan baik.



Sehun dapat merasakan belasan pasang mata yang mengekorinya sejak ia menginjakkan kaki di sekolah pagi itu. Apa yang salah dengan dirinya? Mengapa orang-orang terus menatapnya seperti itu?

Sehun berbelok ke kamar mandi. Ia memperhatikan dirinya sendiri di cermin wastafel. Tetap tampan seperti biasa. Tak ada yang aneh dengan penampilannya. Ia pun memutar otak. Mungkin ada sesuatu luput dari perhatiannya. Namun, sekeras apapun ia berusaha, ia tetap tidak menemukan alasan dibalik dirinya menjadi objek perhatian.

Monday, 26 January 2015

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Angel




Terjatuh itu menyakitkan.
Apalagi jika kau jatuh dari langit.
Memangnya kau malaikat?
Iya, aku malaikat.
Namaku Luhan.

Sehun’s Angel


La la la la la la…

Entah sudah keberapa kali Sehun mendendangkan lagu yang sama. Tak satupun yang berani menghentikannya walaupun suaranya sanggup memecahkan gendang telinga yang mendengarnya. Kris, Tao, dan Chanyeol hanya bisa berpura-pura menikmati suara yang sangat tidak bagus itu.

Demi dewa di langit, kapan dia akan berhenti bernyanyi?

[Fanfiction] Be My Friend

Summary:

Spent one day with me, and everything will be fine.



Paran High School, Busan, 8 a.m.

“Cepat bersihkan gudang ini, setelah itu kalian boleh masuk kelas.” Seorang pria tua meninggalkan dua orang siswa di gudang belakang sekolah. Satu laki-laki dan satu perempuan. Siswa laki-laki itu bernama Luhan. Rambutnya hitam pendek, kulit putih, dan tubuh yang lumayan tinggi. Ia adalah siswa teladan dan ini adalah hari pertama ia terlambat. Harusnya penjaga sekolah itu memberinya sedikit keringanan. Tetapi, apa daya, penjaga sekolah itu hanya seorang pria tua yang tidak tahu reputasi Luhan.

[Fanfiction Hunhan] Healer



Title: Healer

Author: Lu Hana

Genre: Bromance, Yaoi
Ratting: 17+
Main cast : Luhan and Sehun. Other cast are cameo.

Summary:

Seperti putri tidur yang membutuhkan seorang pangeran untuk membangunkannya, Luhan pun membutuhkan seorang Sehun untuk menyembuhkannya.



Tik…tik…tik

Suara gerak jarum jam terdengar begitu jelas saat Luhan bangun di pagi itu. Diliriknya benda berbentuk lingkaran yang terpajang di dinding, menunjukkan pukul 7 tepat. Ia sudah terlambat ke sekolah. Tetapi memang itu tujuannya sejak awal, ia tidak mungkin pergi ke sekolah dalam keadaan babak belur seperti ini. 

[Fanfiction Hunhan] Sehun's Birthday


Hari ini ulang tahun Sehun. Tepat di angka 20 tahun. Seperti hari-hari ulang tahun sebelumnya, acara ulang tahun Sehun berlangsung meriah di ballroom hotel bintang lima dengan cake yang tingginya menyamai tinggi tubuhnya. Hanya dua ratus orang yang diundang ke pesta itu. Orang-orang yang pastinya memiliki kelas yang sama dengan Sehun. Mereka datang dengan mengenakan setelan jas putih untuk pria dan gaun putih untuk wanita. Intinya, semua serba putih. Hanya Sehun yang bisa mengenakan setelan jas hitam kesukaannya. Karena ini hari ulang tahunnya, semua orang menuruti keinginannya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...